Fakta Pesta Berujung Maut di Purwakarta: Motif, Modus Operandi, Hingga Akhir Pelarian di Hutan Subang

Fakta Pesta Berujung Maut di Purwakarta: Motif, Modus Operandi, Hingga Akhir Pelarian di Hutan Subang
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan (kiri atas), korban Dadang (kanan atas), serta pelaku Yogi (bawah).

TABLOIDTIRAI.COM - Seorang pemilik hajatan di Purwakarta, Jawa Barat, tewas setelah dikeroyok sekelompok preman saat menggelar pesta pernikahan anaknya. Pelaku minta jatah ratusan ribu. Insiden tersebut bermula dari aksi pemalakan yang berujung keributan hingga korban meninggal dunia. Polisi masih memburu para pelaku dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap secara terang kronologi kejadian.

1. Korban Tewas saat Gelar Hajatan Nikahan Anak

Peristiwa maut ini menimpa Dadang yang sedang menggelar acara pernikahan anaknya di rumahnya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Sabtu (4/4). Sejumlah pemuda datang ke lokasi hajatan dan membuat keributan yang berujung penganiayaan.

"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi, Sabtu malam (4/4).

2. Pelaku Minta Jatah Uang hingga Rp 500 Ribu

Peristiwa ini bermula dari aksi pemalakan terhadap pemilik hajatan. Adik korban, Wahyudin, mengungkap pelaku datang dan meminta uang kepada keluarga yang sedang menggelar resepsi. "Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujar Wahyudin, seperti dilansir detikJabar, Minggu (5/4).

Sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali datang dan meminta uang lebih besar. Permintaan kedua sebesar Rp 500 ribu ditolak oleh korban, yang kemudian memicu keributan di lokasi acara.

3. Korban Dikeroyok hingga Tidak Sadarkan Diri

Penolakan tersebut berujung pada aksi kekerasan. Korban keluar dari tenda resepsi dan terjadi pengeroyokan di luar lokasi hajatan oleh sekelompok pelaku.

"Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

4. Bambu Diduga Alat Penganiayaan

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk memukul korban di bagian kepala.

"Dari TKP kita menemukan sebuah belah bambu ya, bambu yang dipukulkan ke sekitar kepala korban. Dalam hal ini menyebabkan korban tidak sadarkan diri," kata AKP Enjang Sukandi.

5. Pelaku Ditangkap di Hutan Subang

Satreskrim Polres Purwakarta bersama aparat Polda Jabar berhasil mengamankan pelaku YI alias Yogi dan menetapkan tersangka tunggal. Pelarian tersangka YI berakhir di hutan wilayah Subang, setelah menerima timah panas aparat kepolisian, Senin (6/4).

"Tim sempat berpencar dan melakukan pengejaran hingga ke daerah Sagalaherang Kabupaten Subang bersama Resmob Polda Jabar," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan. (HR)

#Pesta Berujung Maut #Pesta Maut Purwakarta #Yogi Purwakarta